Jumat, 20 Juni 2014

"Mencoba Mencintai Suami"

Jangan pernah berkata "mencoba" ketika kita memutuskan untuk menjalani hidup dengan seseorang selagi hatimu masih terpendam pada cinta yang pertama,karena kita tidak mungkin menyesalinya bahkan tidak boleh menyesalinya. Anda bayangkan bagaimana anda bisa hidup,makan,bahkan tidur dengan suami tapi pikiran anda masih pada bayang masa lalu yang jelas tidak nyata tapi selalu ada. Hidup penuh dengan kemunafikan,karena memaksakan diri untuk bahagia padahal dalam hati sakit. Ditambah lagi jika suami yang kita harapkan ternyata berbeda arah,tidak bisa menuntun dan membimbing kita untuk menjadi istri yang saleha, yang ada kekecewaan dan bahkan penyesalan yang berkarang dalam hati. Kedengarannya basi karena hampir bahkan mayoritas cerita tentang rusaknya rumah tangga karena kehadiran sang mantan yang tiba-tiba, atau bayangannya selalu membayangi karena masih adanya rasa cinta.
     Akibat "mencoba" itulah Aku terperangkap dengan keputusan sendiri, tapi Aku tak pernah meyesalinya walaupun pada akhirnya kami berpisah juga setelah 11 tahun membina rumah tangga dan dikarunia 2 gadis yang cantik-cantik dengan perasaan cinta yang dipaksakan.  

Tidak ada komentar: